silahkanSHARE | Orang Terkaya di China | Semiskin-miskinya seseorang, setiap mendengar cerita orang-orang yang bisa sukses dan kaya raya, tentu membuat kita kepo dan penasaran, siapa saja mereka dan bagaimana kok orang-orang tersebut bisa menjadi orang yang kaya raya?
Perlu anda ketahui, sebelum kaya raya seperti sekarang ini, Jack Ma juga dulunya saat miskin sangat mengagumi kisah dan perjuangan Bill Gates, dan ia melakukan banyak hal hingga akhirnya bisa seperti sekarang ini.
Nama-nama besar seperti Jack Ma masih merajai kekayaan di China. Dari daftar ini, nyaris semuanya didominasi oleh perusahaan-perusahaan di bidang teknologi e-comerce, teknologi internet media. Sisanya merupakan perusahaan-perusahaan real estat yang dikarenakan harga property yang selalu naik berkali-kali lipat sehingga menjadikan pemiliknya masuk daftar ini.
Berikut ini daftar 5 Orang Terkaya di taiwan, dikutip dari detikFinance (14/10/2019).
#1. Jack Ma (US$ 39 miliar/Rp 546 Triliun)
![]() |
| Perjuangan mantan guru ini tak sia-sia karena berjuang dari bawah, kini dirinya jadi orang terkaya di China |
Jakc Ma yang saat ini berusia 55 tahun, yang dulunya hanya orang kampung yang berprofesi seorang guru. Namun dengan usaha dan ekrja keras serta inovasinya melalui Alibaba, kini Jack Ma menjadi orang paling kaya di negeri Tirai bambu.
Walaupun pada September 2019 kemarin, Jack Ma secara resmi mengundurkan diri dari jabatanya sebagai ketua eksekutif Alibaba, namun itu tak mengubah posisinya yang masih tetap di posisi terkaya di China.
#2. Ma Huateng (US$ 37 Miliar/Rp 518 Triliun)
![]() |
| Ma Huateng | gambar: scmp.com |
Ma Huateng lebih muda dari Jack Ma, dengan usianya yang baru berusia 47 tahun, dirinya masuk sebagai orang terkaya kedua di China. Ma Huateng yang lebih dikenal dengan Pony Ma, dikenal sebagai pendiri sekaligus chairman raksasa internet bernama China Tencent Holdings.
Perusahaanya memiliki bisnis yang sangat terkenal bernama WeChat, game Online paling fenomenal di dunia bernama PubG, dan bisnis-bisnis lainya.
#3. Hui Ka Yan/Xu Jiayin (US$ 30 Miliar/Rp 420 Triliun)
![]() |
| Hui Ka Yan | gambar: forbes.com |
Hui Ka Yan yang usianya sudah mencapai 61 tahun ini dikenal sebagai pengushaa real estat terbesar di China bernama Evergrande Group. Sejak didirikan pada 2009, perusahaanya tercatat sudah memiliki lebih dari 800 proyek yang tersebar di 280 kota lebih.
Kesuksesan yang ia raih hari ini tidak mudah. Dirinya mengawali karir dari sebagai teknisi di salah satu pabrik baja. Selama bekerja nyaris 10 tahun disana, dirinya kemudian memutuskan untuk memulai usaha properti yang dimulai dari pasar ekcil yang harganya murah.
Namun dengan ketekunan dan inovasinya, kini dirinya sudah sukses menjadi orang terkaya ketiga di China.
Jika anda pernah mendengar Taman Jinbi di China, itulah proyek pertamanya yang kemudian bisa mengantarkan karirnya bisa seperti sekarang ini.
#4. He Xiangjian (US$ 26 Miliar/Rp 364 Triliun)
![]() |
| He Xiangjian | gambar: cnbc.com |
Jika anda pernah mendengar perusahaan bernama Midea Group di China, maka He Xiangjian inilah pemiliknya. Walaupun pria yang berusia 77 tahun ini sudah mengundurkan diri sejak 2012 yang lalu, namun dirinya masih tetap aman di posisi ke-4 sebagai orang terkaya di China.
Bisnisnya terus berkembang sudah dimulai sejak tahun 1968, dimana saat itu dirinya sudah memimpin 23 penduduk lokal yang berada di kota Beijiao di Provinsi Guangdong melalui usahanya bernama Midea Group.
Midea Group yang didirikanya ini sudah memiliki lebih dari 200 anak perusahaan, yang didalamnya termasuk perusahaan robotika yang berbasis di Jerman, Kuka. Anaknya sendiri yang bernama He Jianfeng merupakan direktur Midea Group dan Midea Real Estate Holding.
#5. Sun Piaoyang (S$ 25 Miliar/Rp 350 Triliun)
![]() |
| Sun Piaoyang | gambar: forbes.com |
Diurutan ke-5 sebagai orang terkaya di China yaitu Sun Piaoyang. Lahir pada tahun 1958, Sun Piaoyang merupakan seorang eksekutif farmasi dan miliarder Tiongkok. Sun Piaoyang menjabat sebagai ketua dari Jiangsu Hengrui Medicine.
Sun Piaoyang memiliki gelar sarjana dari Universitas Farmasi Cina dan gelar doktoral dari Universitas Nanjing.
Setelah mengambil alih Jiangsu Hengrui Medicine yang sebelumnya dipimpin negara pada tahun 1990, ia mengarahkan perusahaan tersebut menjadi salah satu produsen obat anti infeksi dan anti kanker terbesar di Tiongkok.




