Tidak Ada TUHAN Selain UANG

Photo of author

By silahkanshare

0Shares

silahkanSHARE | Banyak orang bekerja siang dan malam, semua pada akhirnya bermuara dengan keinginan yang sama yaitu ingin menghasilkan banyak “Uang”. Salah satu alasannya, dikarenakan di  dunia ini hampir semua kebutuhan harus diperoleh dengan menggunakan uang. Bahkan untuk beribadah sekalipun, juga membutuhkan uang.

Memang pada kenyataannya uang merupakan kebutuhan pokok kita sebagai umat manusia. Kebutuhan tersebut untuk mempertahankan kelangsungan hidup kita di dunia. Termasuk, Agama manapun memang mewajibkan umatnya untuk selalu bekerja keras agar bisa kaya.

Kalaupun tidak sampai kaya, minimal bisa untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari tanpa merepotkan orang lain. Selain untuk keperluan keluarga, dengan uang kita bisa menjalankan ibadah kita dengan lebih baik. Diantaranya bisa perbanyak sedekah, bangun masjid, bangun fasilitas umum, ibadah haji, dan kebaikan-kebaikan lain yang tetap membutuhkan uang.

Kita termasuk yang mana?

Di sekitar kita, banyak sekali cara orang untuk bisa mendapatkan duit. Mulai dari cara yang benar (halal), hingga dengan cara yang melanggar aturan (haram). Bagi mereka tak jadi masalah yang penting mereka dapatkan uang.

Jika sampai berani melanggar aturan untuk mendapatkan duit, orang-orang seperti itu akan dianggap memegang “prinsip, ” Tidak ada TUHAN selain UANG?

Mungkin saya tidak akan mengaitkan pernyataan saya ini dengan salah satu agama tertentu. Tapi inilah manusia dengan berbagai sifat buruknya. Mulai dari Tamak, Rakus, dan sifat-sifat buruk lainya, yang kadang tanpa sadar duit telah dijadikan TUHAN oleh mereka.

Ilustrasi Ini bisa kita lihat betapa banyak pejabat di negeri ini yang sudah di SUMPAH ATAS NAMA TUHAN di bawah sebuah KITAB SUCI, Namun itu hanya dianggap ritual “SAMPAH” yang pada FAKTAnya mereka melanggar Sumpah tersebut dengan cara mereka melakukan Korupsi dan memperkaya diri selama menjabat.

Tidakkah untuk mereka yang demikian itu layak disebut sebagai orang yang menganggap Sumpah Suci tersebut hanyalah sebuah ritual “sampah” ala mereka?.

Saya teringat dengan tulisan caknun yang berjudul “Akal itu ujung Jari Tuhan”. Dalam tulisan tersebut ada pernyataan yang sangat menarik yaitu, ”

…..Yang kita alami sekarang ini adalah: Tuhan diakui, tapi tidak sungguh-sungguh. Allah disebut, tapi proforma dan iseng-iseng saja. Nama agama dijunjung, tapi ajarannya hanya dilaksanakan sebatas kondusif terhadap keperluan kita. Nabi kita rekrut untuk ngikut dan membenarkan langkah-langkah kita. Tuhan kita angkat sebagai ‘karyawan’ yang bekerja untuk karier pribadi dan sukses politik dan ekonomi kita.

Menilai sesuatu dengan uang

” Orang-orang yang selalu menganggap Uang adalah Tuhan mereka, mungkin akan selau menilai dan mengukur apapun selalu dari duit. Mungkin mereka akan mengatakan sebuah janji dan sumpah jika mereka diberikan duit yang banyak, gaji yang tinggi, fasilitas yang mewah, mereka akan berjanji untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, Tapi pada kenyataanya itu tidak bisa menjadi sebuah Jaminan Yang MUTLAK kebenaranya.

Tapi lihatlah, di sekitar kita justru sebaliknya, orang-orang yang dengan keterbatasanya, mereka tidak memiliki fisik dan badan yang utuh, mereka juga tidak di Gaji oleh Negara, mereka juga tidak diberikan fasilitas mobil mewah oleh negara, tapi karena ketulusan dan kebersihan hati mereka, mereka BISA memberikan manfaat untuk orang lain dan sesama dan juga lingkunganya.

Jika uang kita anggap adalah segalanya dan gara-gara uang kita melupakan Tuhan, maka sesungguhnya saat itulah sadar ataupun tidak sadar, Uang sudah kita jadikan Tuhan karena jika kita menganggap Tuhan adalah segalanya, maka seharusnya kita tidak menganggap uang adalah segalanya.

Sebaliknya, Jika kita menganggap bahwa duit hanyalah alat, tentunya kerja keras kita untuk mendapatkan uang tidak membuat kita lupa akan Tuhan sehingga bisa memanfaatkan uang tersebut untuk digunakan dan di belanjakan untuk kebutuhan pribadi, tolong menolong terhadap sesama dan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang bermanfaat yang lain.

sumber: arisuseno.my.id

0Shares

147 thoughts on “Tidak Ada TUHAN Selain UANG”

  1. arie kapan dolan nang pager suru maning
    aja kelalen ya………. ngawa es kelapa muda………. terus mbakar bodin nang ngone mbah kunting……….

    Reply
  2. Gaya hidup pejabat yg penuh kekuasaan dan fasilitas negara dengan gaji yang aduhai. Sisi lain orang juga berusaha dan berharap berhasrat dengan cara masuk partai politik agar bisa jadi pejabat. Berbondonglah orang-orang tanpa bekal dan kualitas ilmu yang pas-pasan masuk partai, termasuk orang yg dulunya cuma penghibur dari dunia seni. Aktris, aktor nafsu banget ingin jadi pejabat. Di pikiran orang-orang seperti itu hanya KEKUASAAN,dan HARTA.
    Kalau pemerintahan sudah beralih fungsi, lantas rakyat mana yang akan bisa bertahan? Negara pun tinggal menunggu kehancurannya… Sangat memprihatinkan sistem perpolitikan di Indonesia.

    Reply
  3. Para pemegang kekuasaan negeri yg kita cintai ini kan ngak punya otak ,mentingin diri sendiri dan kluarga makanya negeri ini ngak ada habis habisnya musibah ,duka meninpa rakyat yg ngak berdosa .Wahai para penguasa mari
    tobat bersama kalau perlu diruwat satu persatu mumpung
    masih di beri kekuasaan nanti klu pulang kampung cuma diri sendiri!!!!!!!!!!

    Reply
  4. Menjadi Seorang Menteri, tentu sebuah cita2 banyak orang di Indonesai. Tidak mudah untuk bisa ditunjuk menjadi seorang menteri. Perlu perjuangan dan kerja keras yang pasti dimulai dari kecil. Yang jelas seorang menteri haruslah seorang yang berprestasi. Prestasi tidak mungkin jatuh dari langit. Berlu belajar keras. Rata2 pejabat kita bukan dari keluarga kaya raya. Mereka jebolan Universitas Ternama yang perlu otak yang encer untuk bisa masuk di sana. Ketika mahasiswa pastilah perpustakaan, ruang seminar, laboratorium adalah tempat nongkrong mereka, bukan di kafe-kafe dan lesehan. Buku2 ilmiah adalah bacaannya. Ketika jadi menteri saya kira wajar mereka mendapatkan penghasilan yang lebih dari jerih payahnya ketika masih muda. Sebagai orang tua tentu kita bangga melihat putra/putrinya yang telah bekerja keras saat masih muda bisa menjadi menteri yang tentunya harus berbeda dengan pejabat dibawahnya. jangan munafif bahwa kita sekolah, kerja keras tentu ingin berpenghasilan yang layak. Tentunya perlu perimbangan antara penghasilan dengan tanggungjawabnya.

    Reply
  5. Pementasan kemiskinan tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah. Rakyat juga ikut bertangungjawab terhadap lngkungan sekitarnya. Boleh kita bangga sudah bayar pajak akan tetapi sudahkan kira rakyat pembayar pajak ini sudah taat pada tataran hukum di negeri ini??. Contoh kecil budaya rakyat indonesia yg secara langsung memboroskan APBN/APBD negeri ini : sudahkan buang sampah pd tempatnya, tidak melanggar peraturan lalulintas, tidak parkir sembarangan, tidak berjualan di bahu jalan, tidak melanggar busway, bagi muslim sudahkan bayar zakat mal, tidak nyogok saat untuk jadi PNS/POLRI/TNI,tidak merokok di tempat umum,para pelajar dan mahasiswa belajar kers tidak hanya nongkrong di kafe, tidak pake narkoba,pakai produk dalam negeri,dlll yg menjadi biasa dilakukan rakyat indonesia. Kalau kita sudah menjadi warha indonesi yang baik, yang taat bayar pajak, taat hukum, optimis, nasionalis, boleh kita berteriak semua nkesalahan ada pada pejabat negara. Kalau tidak……. lebih baik diam berkarya dan berdoa.

    Reply
  6. klo hanya untuk menteri saja mungkin kita masih kaya dann mampu,,, tapi permasalahannya adalah, klo menteri sudah menerima fasilitas seperti itu, biasanya nanti para anggotadewan yg terhormat akan ngiri

    Reply
  7. Seharusnya para wakil rakyat ituuu,,,ga perlu kursus kepribadian ke luar negeri,
    ngabis-ngabisin uang negara aja deehhhh……
    kepribadian tu ada di hati nurani anda masing – masing.
    semoga anda semua sadar akan hal itu,n hidayah akan segera datang untuk menyadarkan hati anda semua.
    q gemes banget liat bapak2 semua,
    hhhh,,,,pengen tak cubiti satu satu.

    Reply
  8. wahai umat manusia bertobatlah, kekayaan di dunia adalah semata wayang, jikalau engkau dapat membantu sedikit kepada kaum yang kekurangan, maka engkau akan mendapatkan hidup yang kekal di alam baka.

    Reply
  9. Mereka bisa "sakti mandraguna" krna dapat mandat dri rakyat klau rakyat meminta kembali mandatnya sinralah kesaktian mereka. masalanya rakyat yg menderita tidak pernah minta kembali, percaya dgn janji2 pemegan mandat lalu diingkari lagi tiap 5 tahu berulang2, bagai andah yg pedih atas penderitaan selain melakukan BERBGI juga memberi penyuluhan pd hari kedaulatan rakyat yangan sembarangan memberi mandat pilihlah yh tepat jangan mau ditipu lagi.

    Reply
  10. saya termasuk orang yang setiiiiiaaaaa banget sama negara ini, gaji potong pajak, dapet hadiah potong pajak, beli barang potong pajak, makan dimana aja potogn pajak…. setiap sudut negara mengintai….tapi tak apalah untuk negara tercinta ini…

    tapi kalau sudah SDM-nya berulah dan banyak tingkah….. kadang2 nurani nuntut untuk putus hubungan dengan pajak…masih mending bayar zakat saja…

    posting jempol gan…

    Reply
  11. Dewan bajingan!..rakyat pasti mendukung sekali kalo tulisan/artikel kaya gini ditempel didepan pintu kantor masing" anggota dewan itu..mereka bisa baca ga ya??..Lam kenal.

    Reply
  12. nanti kalau kita masuk neraka maka kita akan bertemu dengan orang2 penting itu dan kita bisa minta tanda tangannya, karena kalau minta tanda tangan sekarang kayaknya susah.

    Reply
  13. kebetulan kemarin saya baru saja menginap di tempat teman lama, rumahnya tepat di bawah pagersuru (kalo gak salah nama desanya kambang sari). karena saya penasaran dengan kisah pagersuru yang diceritakan temen saya, saya browsing internet untuk cari tau, eh malah nyasar ke blog ini. gimana kabar geng "cah ndeso" sekarang? kayaknya menarik … hehehe

    Reply
  14. ya cih, emang uang bukan SEGALANYA. tapi segalanya masalah berujung uang.n seakan-akan hidup kita hanya untuk uang.bilang kerja untuk keluarga.padahal kerja untuk uang.siang malam waktu habis hanya untuk 1 dapat UANG.??

    Reply
  15. JUJUR inilah yang sedang TERJADI SAAT INI.. menimpa kita semuanya.. MANUSIA LUPA DIRI.. Menganggap UANG adalah SEGALANYA.. BERTUHANKAN UANG.. DIPERBUDAK OLEH UANG.. 🙁

    Reply
  16. RAIHLAH JATI DIRI MANUSIA.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang tuk Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    Reply
  17. ckckck iya sih untuk kebanyakan orang uang uda jd segalanya. btw ga semua juga, bahkan kan katanya: uang itu tidak mendatangkan kemudharatan untuk orang-orang yang beriman. hehehe mudah2an sih yang punya uang banyakan yang bertakwa drpd yang engga.

    regards

    Reply
  18. uang…. pejabat sekarang gila uang… ckckckc ga takut dipenjara…. toh dipenjara nanti dapat fasilitas hotel bintang 5

    tentang pop-up mungkin krn salah satu "banner iklan" kamu coba bannernya dilepas

    Reply
  19. Tuhan itu Allah SWT, tiada Tuhan selain Allah. Uang bukan segalanya, yang menghidupkan manusia bukan Uang, yang memberi kita makan, pakaian, rumah, sepeda motor atau jarum sekalipun bukan Uang, tapi Allah. Tuhan Yang Maha Esa. Segerahlah Anda bertobat, banyak orang yang punya uang dan menginginkan sesuatu, tapi kalau Allah tidak mengehendaki tidak akan tercapai juga.

    Reply
  20. betul banget,kadang kita suka mendewakan uang,seperti meninggalkan ritual ibadah karena takut di pecat gara2 di perintah atasan untuk mendahulukan pekerjaan karena lebih penting……
    mantap boz ulasannya 🙂

    Reply
  21. Terkadang saya juga merasa gimana gitu kalau ada orang orientasinya selalu uang. Mau minta tolong hal sepele saja bilangnya "nanti saya bayar mas," "tenang ajalah, nanti saya kasi uang rokok", "berapa baryarnya mas'? padahal cuman numpang buang air kecil di rumah, atau cuma minta tumpangan karena macet. hehehe… benar2 semuanya sudah dinilai dengan UANG.

    Reply
  22. mau beli bukunya tap sayang lagi bokek hiks2…
    tapi mas Ari sudah review… lumayan menutupi keingitahuan ttg isi bukunya..
    makasih

    Reply
  23. ow ow ow…review untuk ikutan ultah pertama blogdetik ya?
    mudah2an menang ya…

    btw, quinie punya blogdetik jugaaaa ^^. Iyeyyy…!
    dan kayanya saya mulai betah disini 🙂
    sorry baru mampir, duh koneksinya dodol banget sih untuk bw :((

    Reply
  24. aq sendiri sih males baca brita yg kek gini, bikin gregetan ajah, mending ngeblog ajah n curhat… sambil berharap, semoga indo lebih baik lagi ke depan, pada nyadar buat memperbaiki diri gtu..

    Reply
  25. Tragis ya mas ari. Waktu saya mengikuti berita tentang pemberian mobil baru seharga 1.3 M di televisi, tragis sekali. Emang mobil lama tidak cukup bagus untuk mereka. MEreka santai-santai nonton televisi di mobil, sehingga lupa melihat anak-anak dipingiran jalan.

    tragis
    saya kecewa
    padahal mereka memakan pajak penghasilan yang harus saya bayarkan tiap bulan.

    dasar para menteri penghianat rakyat kecil. memikirkan diri sendiri karena tidak pernah meraskan lapar dan hidup susah

    Reply
  26. Met Tahun baru……
    *menyambung yang kemarin di FB, salut mas…kadang kekurangan kita sewaktu kecil membuat kita ingin menjadi lebih baik lagi. Saya juga anak kampung, ketidakenakan diajarkan seorang guru dan kebaikan diajar seorang guru membuat saya bercita2 ingin menjadi guru yang menginspirasi…..
    Mas bisa…..!!! Kita bisa menaklukkan dunia ini dengan karya2 kita! Meski kecil dirasa……..

    Reply
  27. lag cari tempat liburan sama mbah google malah dianter kesini 😀

    Itu tempatnya kayak amsih alami banget yach,,,,
    Seandainya wisata liburanku kali ini bisa seperti kisah penulis ini ….

    Makasih yach atas cerita inspirasinya …

    Reply
  28. wah mulia sekali paman q ini . .
    inspiratif . . . .
    andai aja orang seperti mas ari ini ga cuma 1 . .
    pasti negara ini udah maju lebih baik

    Reply
  29. wa tulisannya kakak meng-inspiratif bgt ya 😀

    mengajarkan anak2 utk ramah dgn alam! tp kok cerita ttg anak pamam kak ryu serem ya 🙁 jd takuut

    tp udh bagus kok ! good luck ya 😉

    Reply
  30. wah seneng ya.. bisa bikin acara spt. itu,,, saya baru tahu kalo mas ari ini bikin bimbel gratis.. iya saya juga bikin di kampung saya tapi sekarang dah pada selesai dan sekarang lg nganggur… 🙂

    sebenarnya masih banyak anak-2 kampung saya yang belum kebagian jatah belajar tapi mak saya minta jatah uang listrik 20.000 per anak jadinya banyak yang nggak jadi belajar padahal saya lg semangat ngajar.

    Reply
  31. wah… hebat mas ari…
    bisa jalan2 plus berbagi ilmu dan pengalaman bareng anak kecil sebanyak itu, gag kerepotan mas, butuh relawan tambahan kah ^^?
    semoga bisa trus konsisten dalam mengembangkan perpustakaan dan pendidikan internet dan komputer gratis utuk anak2

    Reply
  32. wah asyiknya kebersamaanmu, aku bangga padamu bisa berbagi dengan anak-anak, merintis perpustakaan sambil ngajarin mereka, Sayangnya di rumahku cuman banyak buku-buku untuk orang dewasa aja, kalau punya buat anak-anak tak kirimin lewat tiki 🙂

    Reply
  33. yg serem'' sekarang uda lewat!!
    Yang penting pan kita niat baek aja, right?

    Btw lokasinya keren yha, lama nggak naik naik kepuncak gunung gitu, kangennnn, apalagi kalo rame'' begitu

    Sukses selalu deh buat mas ari

    Reply
  34. setelah membaca dengan seksama,,,beruntunglah anak-anak yang menjadi anggota perpustakaan Cah_Ndeso.
    Hm,,,bisa belajar di ruangan yang terbuka, sambil berwisata, tidak akan merasa bosan apabila sambil bermain/melihat alam sekitar!!!

    jadi dapat inspirasi.

    Reply
  35. HEBAT!!!
    Seru cara belajarnya. tapi kalau kehujanan gimana?
    Oy, kalau bisa saya kasih saran: "bikin proposal" siapa tahu bisa memberikan lebih pada anak2 perpustakaan cah n deso!!!

    ya itu saran az:]
    Kemudian,kok ada "COET & MUTU" ???
    PADA NG'RUJAK ya?
    Nyam,,,Nyam,,,!!!

    Reply
  36. Menarik. Inspiratif. Pembelajaran yang mirip dengan yang pernah di filmkan, Laskar Pelangi misalnya. Namun sedikit bedanya adalah Ari menggunankan alat modern, sedangkan dalam Film laskar pelangi murni dengan alam.

    Semangat Mas Ari, Saya mendukungmu untuk hal-hal semacam ini.

    Reply
  37. tidak mudah memberikan pelajaran pada anak2!!!
    apalagi di ruangan yang tertutup, membuat anak bosan.
    ternyata, mas ari punya konsep yang berbeda!
    HEBAT?
    Selamet ya?
    mudah2an semua orang mengikuti jejak mas ari.

    Reply
  38. Loh,,,
    ko jadi nyasar!!!
    tadinya mu nyari tempat bwt wisata,,,eh malah ke'blog:]
    tapi setelah baca jadi seru juga ya kayaknya berwisata sambil bermain di alam terbuka!!!
    tapi d'palembang ada gak ya yang seindah di jawa???
    ja di terinspirasi!!!

    Reply
  39. Wih…ngeri banget bang??
    antara percaya dan tidak. Ternyata hal-2 seperti itu memang ada ya bang….dan anak paman abang jadi korbannya. Apalagi dia mengotorinya juga gak sengaja.
    duh…senengnya rame-2 gitu
    Makasih bang…

    Reply
  40. salut dengan semangatnya ari… andai saja banyak orang bersedia turun tangan seperti ini dan memberikan pendidikan dan pencerahan pada anak- anak, tentu akan ada banyak kemajuan di sekitar kita…

    dan, pemandangannya indah sekali ya, di atas sana…

    d.~

    Reply
  41. wah ne bagus sekali, secara tidak
    langsung mengajarkan kepada
    anak2 to mencintai alam sekitarya.
    to jg sebagai sarana pendidikan
    baik formal or non formal.
    dengan demikian pola pendidikan
    kita harus di ubah, jangan hanya
    mencetak anak to harus menjadi ini,
    harus dalam pendidikn formal, anak
    diberikan kebabasan dalam arti
    diarahkan yg benar….

    Reply
  42. Keliatanya sudah sulit dapatkan pemuda yg peduli terhadap desanya seperti mas Ari …

    Semoga saja banyak yang mendapat Inspirasi dari cerita ini, termasuk aku …

    makasih yach atas cerita dan pesan moralnya …

    Reply

Leave a Comment